ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI
DAN
KOMUNIKASI
DAN
KOMUNIKASI
PERTEMUAN 1
Contoh dan Sanksi Etika dalam kehidupan bermasyarakat
Etika
merupakan kebiasaan yang benar dalam pergaulan dan dapat dirumuskan sebagai
suatu batasan yang menilai tentang salah atau benar serta baik atau buruk suatu
tindakan.Kunci utama penerapan etika adalah memperlihatkan sikap sopan santun,
rasa hormat terhadap keberadaan orang lain dan mematuhi peraturan serta
tatakrama yang berlaku pada lingkungan tempat kita berada.
Dalam bersosialisasi di masyarakat, manusia memerlukan etika
sebagai pedoman dalam berkata, berpikir dan melakukan suatu kebiasaan yang baik
untuk dianut sehingga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi
selanjutnya. Maka dari itu, pemahaman akan etika dalam kehidupan bertetangga
dan bermasyarakat sangat penting untuk dalam mengimplementasikannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Etika menjadi tolak ukur dalam menghadapi berbagai perbedaan moral yang ada di masyarakat. Sehingga masyarakat dapat berargumentasi secara rasional dan kritis serta dapat mengambil sikap wajar dalam menghadapi sesamanya.
Etika memiliki cakupan yang sangat luas dalam kehidupan manusia. Etika dalam masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat , kebiasaan, nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Etika menjadi tolak ukur dalam menghadapi berbagai perbedaan moral yang ada di masyarakat. Sehingga masyarakat dapat berargumentasi secara rasional dan kritis serta dapat mengambil sikap wajar dalam menghadapi sesamanya.
Etika memiliki cakupan yang sangat luas dalam kehidupan manusia. Etika dalam masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat , kebiasaan, nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Contoh etika
adalah sebagai berikut :
-)
Mengucapkan salam saat bertamu
-) Cium
tangan orang tua sebelum melakukan aktifitas sehari-hari
-) Membuang
sampah pada tempatnya
-) Meminta
maaf saat melakukan kesalahan
-) Makan
menggunakan tangan kanan
ETIKA BAIK DI MASYARAKAT

Ini adalah contoh
etika baik yang dilakukan oleh seorang anak kepada orang tuanya
sebelumberangkat ke sekolah. seorang anak wajib berperilaku sopan dan hormat
kepada orang yang lebih tua terutama kepada orang tuanya sendiri. hal ini sudah
sering dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ini
adalah contoh berkendara yang baik. mereka mematuhi peraturan lalu lintas dan
menggunakan helem. contoh seperti inilah yang harus diterapkan oleh masyarakat.
mematuhi peraturan lalu lintas tidaklah sulit bahkan membuat kita menjadi aman,
nyaman. helem juga membuat kita aman saat terjadi kecelakaan, terhindar dari
benturan dan melindungi kepala saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
ETIKA BURUK DI
MASYARAKAT

Ini adalah
perilaku yang tidak baik (buruk) yang tidak patut di contoh. perilaku seperti
ini mencerminkan
seorang mahasiswa yang tidak fokus dalam materi kuliah. mengapa hal ini bisa
terjadi..? mungkin saja di sebabkan mahasiswa ini tidur terrarut malam
sehingga ngantuk melandanya. jika hal ini terjadi dampaknya itu seperti tidak
fokus dalam kuliah, tidak mengerti materi yang dijelaskan oleh
dosen.

Ini adalah
contoh yang tidak baik yang sering dilakukan oleh masyarakat kita terutama
dalam berkendara di jalan. pengguna motor melewati jalan yang berlawanan arah,
dan juga pengendara motor yang tidak memakai helem. masyarakat kita sdah
terbiasa melakukan pelanggaran tertama dalam berlalulintas. mengapa bisa
demikia ? dikarenakan kurangnya pengawasan oleh pihak berwenang, dan juga
kesadaran masarakat itu sendiri masih minim.
Tindakan pelanggaran terhadap etika seperti beberapa contoh diatas akan menimbulkan beberapa jenis sanksi. Salah satu contohnya adalah sanksi sosial. Oleh karena etika merupakan norma-norma sosial yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat maka jika terjadi pelanggaran, sanksi terhadap pelanggaran tersebut adalah sanksi sosial.
Berikut ini adalah beberapa sanksi yang berlaku pada etika yaitu :
Pertama adalah sanksi sosial ini bisa saja berupa teguran dari pemuka sosial hingga pengucilan dari kehidupan bermasyarakat.
Kedua adalah sanksi hukum. Secara umum, hukum mengukur kegiatan-kegiatan etika yang kebetulan selaras dengan aturan hukum. Jika pelanggaran etika sudah mengarah kepada pelanggaran hukum , seperti misalnya korupsi, kolusi, dan nepotisme, maka hukumlah yang akan berbicara. Dalam hal ini, hukum pidana menduduki tempat utama karena masalah integritas, obyektivitas dan manfaat bagi masyarakat luas, pemerintah dan dunia usaha, sedangkan hukum perdata menempati prioritas selanjutnya. Dalam hukum juga dikenal adanya hukum disiplin (tuchtrecht) yang merupakan bagian hukum pidana, yang mengatur dan berlaku bagi suatu golongan atau profesi yang bergerak dalam aktivitas sosial-kemasyarakatan yang keputusannya dipatuhi anggota.
Hukum disiplin terbagi dua golongan, yaitu :
1.Golongan Hierarkis (militer, pegawai negeri, dan lain-lain).
2.Golongan non-hierarkis (hukum profesi, atau hukum organisasi profesi) seperti misalnya accountant disciplinary law. Hukum disiplin ini pada pokoknya memiliki ciri sanksi yang diberikan tidak terlalu keras, penegakan moral dan edukatif. Pengadilan umum disiplin dapat dilakukan secara terbuka ( anggota lain hadir ) atau pintu tertutup, lalu hasilnya diumumkan.

Etika , moral dan hukum saling berhubungan yaitu bahwa
pelanggaran etika dan moral bisa saja menyentuh wilayah hukum dan akan
mendapatkan sanksi hukum. Namun pada kondisi lain, bisa saja pelanggaran etika
hanya mendapat sanksi sosial dari masyarakat karena pelanggaran tersebut tidak
menyentuh wilayah hukum positif yang berlaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar