Senin, 08 April 2019

ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PERTEMUAN4

Jenis-jenis kejahatan yang terjadi di dunia Internet 

1. Hacking 
Hacking adalah jenis kejahatan internet yang marak terjadi di dunia serba modern ini. Hacking adalah suatu tindak kejahatan dengan cara membobol program komputer milik orang lain. Orang yang akrab dengan Hacking disebut Hacker. Biasanya para hacker memiliki keahlian untuk membaca dan membuat program. Hacker yang baik biasanya akan membantu memberitahu kepada programmer mengenai kelemahan-kelemahan pada program komputer yang telah mereka buat. Sedangkan Hacker jahat  hanyaakan merusak program orang lain dan mencuri data-data pentingnya. 2. Carding

Mereka yang melakukan carding biasa disebut carder. Para carder beraksi dengan cara memalsukan nama identitas seseorang, contohnya dengan berbelanja menggunakan nomor dan kartu identitas milik orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data melalui internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Istilah lain untuk Carding adalah Cyberfroud alias penipuan di social media atau dunia maya.



3. Cracking 

Cracking adalah sebuah kejahatan yang dilakukan oleh hacker namun dengan tujuan untuk merusak. Mereka yang  melakukan cracking lebih dikenal dengan julukan Cracker atau Black Hat Hacker. Berbeda dengan Carding yang bertujuan hanya untuk mengintip kartu kredit, sedangkan Cracking adalah kejahatan dengan cara mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama membobol keamanan komputer orang lain, Seorang hacker hanya fokus pada prosesnya. Sedangkan Cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.
4. Malware

Malware adalah sebuah nama program komputer yang berfungsi untuk mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau Sistem Operasi komputer. Malware terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Jika kamu ingin melindungi perangkat komputer dari Malware, kamu bisa membeli antispam dan anti antivirus, dan anti malware yang sudah tersedia di pasar dan toko perangkat lunak (software).
5. Phising

Phising adalah suatu tindak kejahatan dengan cara memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.


6. Pharming

Pharming adalah bentuk lain dari phising, jika phishing menggunakan email, maka pharming langsung menuju ke web tertentu dengan cara membajak DNS (Domain Name System) dari situs yang dipalsukan.
7. Spamming

Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Mereka yang melakukan Spamming disebut dengan Spammer. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail yang isinya berupa dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu sampai 1 miliar  rupiah karena spaming seperti ini.
8. Pemalsuan Data ( Data Forgery ) 

Data Forgery merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan membuat untuk si pelaku kejahatan.

9. Sniffer

Sniffer adalah tindak kejahatan  dengan menggunakan suatu teknik “mengintip”(mengintip yang berbahaya). Hacker yang berusaha “mengintip” data-data komputer orang lain tetapi “mengintip” lewat komputer si hacker. Contohnya jika di sekolah kita menggunakan jaringan internet yang ada untuk mengirimkan email ke teman di luar kota. Sniffer bisa terjadi disaat kita mengirimkan email tersebut, siapakah yang mengintip? bisa saja admin dari jaringan sekolah yang kamu gunakan atau bahkan teman sebangku anda.

10. Spoofing

Tindakan untuk menyusup kesebuah jaringan dengan memalsukan alamat IP komputer sehingga dipercaya oleh jaringan. Dengan cara memalsukan IP Address kemudian pelaku melakukan serangan ke jaringan yang berhasil disusupi tersebut. Cara ini biasa dilakukan untuk mengecoh firewall dari jaringan yang menjadi target. Firewall adalah hardware atau software pelindung agar paket-paket data yang dicurigai dapat dicegah masuk ke dalam jaringan. Dengan memalsukan IP Address, paket data yang datang tersebut seolah-olah berasal dari sumber yang terpercaya sehingga firewall akan membiarkan paket tersebut masuk ke jaringan. Setelah berhasil masuk ke jaringan, paket data tersebut kemudian menjalankan aksi jahatnya. Aksi jahat tersebut dapat bermacam-macam, seperti melumpuhkan sistem kemanan sehingga aksi selanjutnya dapat dilakukan (mencuri data penting atau merusak data).


Motif yang dapat mempengaruhi kejahatan TI

1. Faktor Ekonomi
2. Faktor Lingkungan
3. Faktor Psikologis
4. Rasisme
5. Kejahatan Cyber lainnya

2.      Sebutkan contoh-contoh kasus kejahatan TI yang sedang terjadi trend (viral) saat ini Dan menurut anda apa motif kejahatan tersebut
           Jawab :
A.      Peretasan 1 miliar akun Yahoo Sebanyak 500 juta pengguna layanan internet Yahoo dikabarkan telah diretas pada September lalu. Lantas pada 15 Desember 2017, Yahoo merevisi kabar tersebut dengan mengatakan 1 miliar akun penggunanya telah dibobol oleh oknum tak bertanggung jawab. Hingga kini Yahoo belum bisa mengidentifikasi pelaku yang memanfaatkan celah pada sistem perusahaannya. Dengan ini, Yahoo sudah tiga kali mengalami peretasan selama empat tahun belakangan. Hal ini mau tak mau berpengaruh pada posisi bisnis Yahoo. Verizon yang sudah sepakat mengakuisisi Yahoo pada Juli lalu mengatakan akan bernegosiasi ulang dengan perusahaan yang jaya pada awal 2000-an itu.
B.      iPhone yang menjadi saksi terorisme di San Bernardino Kepolisian AS sempat bersitegang dengan Apple selama 2016. Pasalnya, pabrikan Cupertino tak mau membantu pemerintah membobol iPhone milik teroris yang melakukan aksi kejahatan di San Bernardino, pada akhir 2015 lalu. Apple berdalih tak bisa membuka enkripsi ponsel tersebut karena berhubungan dengan privasi pengguna. Terlebih, Apple mengatakan sistem enkripsinya bersifat dua arah sehingga Apple tak punya pintu belakang untuk membobolnya.
C.      Peretasan Democratic National Comittee (DNC) Salah satu faktor yang digadang-gadang menggagalkan upaya Hillary Clinton menjadi Presiden AS adalah peretasan Democratic National Comittee alias (DNC). Oknum yang menamai diri sebagai "Guccifer 2.0" mengaku sebagai dalangnya. Ia membobol sistem komputer Partai Demokrat yang merupakan tim pemenangan Clinton. Akibatnya, banyak dokumen rahasia yang terkuak dan membuat kredibilitas Clinton diragukan. Kepala DNC, Debbie Wasserman Schultz, akhirnya mengundurkan diri karena merasa bersalah.
D.      Popularitas OurMine Media massa beberapa kali memberitakan kasus peretasan yang pelakunya menamakan diri sebagai "OurMine". Kelompok tersebut seakan sengaja memamerkan kebolehannya agar mendulang popularitas di kalangan netizen. OurMine pernah meretas game Pokemon Go, serta situs berita BuzzFeed dan Variety. Selain itu, mereka paling sering meretas akun media sosial para petinggi industri teknologi. Beberapa korbannya adalah CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai, serta CEO Twitter Jack Dorsey.
3. Menurut Anda Apakah Upaya - Upaya Yang dapat Kita Lakukan untuk Menanggulangi Kejahatan TI

Jawab:

1. Lindungi gadget, komputer atau perangkat lain yang digunakan

2. Jangan gunakan software bajakan

3. Pasang perangkat lunak keamanan yang up to date

4. Menggunakan data encryption

5. Selalu miliki sikap waspada

6. Selalu periksa data bank dan data kartu kredit secara teratur

7. Rajin mengganti kata sandi

8. Backup data-data secara rutin

9. Jangan sembarang membagikan info pribadi

10. Abaikan lampiran surat elektronik dan URL yang terindikasi mencurigakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar